King Rahmad

rd.jpgSAAT menukangi Persija 2006 lalu, Rahmad Darmawan tidak leluasa. Pelatih 41 tahun tersebut tidak sepenuhnya berkuasa meracik timnya. Deal kata pelatih asal Metro Lampung ini, belum tentu manajemen Persija mengetok palu tanda setuju.  Satu contoh, saat mau merekrut Obiora Richard dari PSDS Deli Serdang. Sebenarnya bomber asal Nigeria tersebut, mau diajak Rahmad gabung Persija. Namun, manajemen tim berjuluk Macan Kemayoran—julukan Persija—tidak berkenan. Ujung-ujungnya kandas meminang Obiora.
“Dulukan saya terlalu sibuk. Namun, saya akui memang lebih enjoy selama menukangi SFC,”  jujur Rahmad Darmawan. Kini pelatih yang sukses mengantar Persipura jadi juara Ligina XI (2005) ini, benar-benar jadi raja. Kebebasan mutlak langsung diberikan manajemen SFC untuk meramu tim. Bahkan satu julukan mulai disematkan pada marinir TNI tersebut, yaitu King Rahmad.
Gayung pun langsung bersambut. Beberapa bintang seperti Zah Rahan ataupun Obiora, mengekor pelatih 41 tahun ini. Kepercayaan pun langsung dibayar kontan. Satu trofi Copa Indonesia III, langsung melejitkan nama Sumsel di blantika sepak bola nasional. Bukti dari kepiawaian King Rahmad. “Saya ingin membawa SFC jadi juara lagi. Sudah kepalang tanggung kami bisa lolos semifinal,” pungkas mantan pelatih PS AD tersebut (Sumber :Sumeks)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: