Piala Copa Keliling Kota

copa.jpgPALEMBANG – Luapan kegembiraan benar-benar dirasakan publik sepak bola di kota ini. Piala Copa Indonesia III hasil perjuangan Laskar Wong Kito, Sriwijaya Football Club (SFC), akhirnya diboyong ke Palembang dan langsung diarak keliling kota. Ribuan suporter dan warga larut di jalanan menyaksikan kedatangan arak-arakan piala bersejarah sepak bola Sumsel. Pukul 10.00 WIB, Gubernur Sumsel Ir H Syahrial Oesman MM dan sejumlah pejabat lainnya sudah menunggu di VVIP Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II. Namun, Piala Copa Indonesia beserta tim SFC tiba dengan pesawat Garuda pukul 11.05 WIB.

      Sejumlah suporter, termasuk pejabat dinas dan instansi yang ikut menyambut kedatangan langsung memberikan ucapan selamat kepada pemain. Tidak ketinggalan, kedatangan punggawa-punggawa SFC ini pun langsung disambut gadis-gadis cantik Putri Sumsel dengan kalungan selendang.
Saat piala diletakkan di atas meja ruang tunggu utama VVIP Bandara SMB II, para tamu tidak terkecuali pejabat, suporter termasuk wartawan berpose bersama Piala Copa Indonesia III. Kesempatan bertemu pemain juga dimanfaatkan dengan foto bersama.
Usai menyambut kedatangan tim SFC, selanjutnya Piala Copa Indonesia diarak dengan menggunakan mobil off road. Ketua Umum SFC Ir H Syahrial Oesman MM, Manajer HMC Bariyadi, pelatih Rahmad Darmawan, kapten Renato Elias, dan kiper Ferry Rotinsulu berada dalam mobil, mendampingi Copa. Sedangkan pemain lain, menumpang mobil trailer yang disiapkan dengan desain terbuka.
Kemeriahan diawali ketika rombongan suporter yang kurang lebih terdiri dari 500 motor dan 7 mobil bus, tidak diduga sudah mengantre sepanjang area bandara. Padahal panitia sudah menginstruksikan agar menunggu di lapangan parkir Bumi Sriwijaya, lokasi acara puncak berlangsung.
Ketua Sriwijaya Mania Sumsel (SMS), Marthin Anventama, mengatakan, dari awal anggotanya memang sudah merencanakan akan ikut arak-arakan. “Saya susah koordinasikan kepada para anggota dan menyatakan akan tetap ikut arak-arakan, apapun alasannya. Ke Jakarta saja kami bisa mendukung SFC, kok sampai di Palembang dilarang. Ini ‘kan pesta kita bersama, baik dari awal sampai akhir tidak akan kami lewatkan,” ungkap Marthin.
Keikutsertaaan kelompok suporter tersebut semakin membuat jalanan macet. Padahal sebelumnya 500 motor anggota bikers Palembang dan 20 mobil panitia sudah disiapkan untuk konvoi. Pantauan koran ini, kemacetan terjadi akibat penumpukan kendaraan tersebut, berjarak sepanjang 2 kilometer.
Namun, justru kehadiran sekitar 1.000 suporter tersebut yang makin memeriahkan arak-arakan. Sepanjang jalan mereka berteriak membawakan yel-yel pembangkit semangat khas SFC. Itu juga yang membuat warga sekitar jalan yang dilalui, mulai dari Kol H Barlian-Sudirman-Jembatan Ampera-A Yani-DI Panjaitan-KH Azhari-Bawah Jembatan Ampera-Faqih Usman-KH Wahid Hasyim-Pusri dan Perumnas sangat antuasias.
“Yo ayo, ayo Sriwijaya, hari ini, kita semua senang,” teriak kelompok suporter. Tak terlewatkan dentuman kembang api dan suara bising knalpot kendaraan yang dikendarai, semakin menambah meriah suasana.
Lambaian tangan seluruh pemain dan Ketum Syahrial Oesman, menjadi persembahan spesial lain. Masyarakat yang disapa terlihat ingin mendekat dan membalas sapaan tersebut. Namun sayang, kendaraan yang dikendarai Laskar Sriwijaya tidak bisa berhenti, sehingga masyarakat hanya bisa berteriak memberikan pujian. “Hidup Sriwijaya FC!” teriak masyarakat yang menunggu di pinggir jalan.
Arak-arakan diakhiri di lapangan parkir Bumi Sriwijaya. Setibanya di lokasi itu, yang memang dipersiapkan sebagai puncak acara, ribuan suporter dan masyarakat yang bergabung telah menunggu untuk menyambut kedatangan pahlawan sepak bola Sumsel. Dan tentunya Copa yang dibawa, sebagai supremasi tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia disamping Piala Presiden.
Laskar Sriwijaya terlihat sangat senang dan tidak menyangka akan disambut dengan sangat luar biasa. “Kami tidak menyangka bakal seperti ini. Tentu hanya ucapan terima kasih yang bisa kami berikan atas apresiasi pecinta SFC. Semoga kita juga bisa meraih Piala Presiden yang saat ini akan berjuang di babak semifinal melawan Persija,” ungkap Manajer HMC Bariyadi.
Ketum Syahrial Oesman mengatakan, penghargaan berupa Copa Indonesia yang diraih ini merupakan milik kita bersama. “Hari ini merupakan hari bersejarah bagi masyarakat Sumsel, khususnya persepakbolaan. Kita bersyukur dengan gelar ini dan mudah-mudahan Piala Liga juga berhasil kita rebut agar kembali tercipta sejarah,” tukas Syahrial.
Pendanaan SFC? “Ke depan tetap akan ada bantuan dari APBD dan juga sponsor yang tidak terikat. Dengan kita juara, dan insya Allah kalau nantinya juara di Liga Indonesia saya kira akan banyak yang akan menjadi sponsor,” imbuhnya.
Soal pemain, kata gubernur, masih menunggu evaluasi tim lima. Hanya saja, sebagian besar pemain akan bertahan, mengingat sekarang tim yang terbangun sudah begitu baik kerja samanya.
“Pemain lokal akan tetap kita ikutkan. Secara perlahan jelas akan ada. Tetapi segala permainan ini club profesional yang menjunjung sportivitas dan keahlian seseorang. Jadi butuh proses,” katanya.
Gubernur juga tidak khawatir pemain akan ditarik tim lain yang mulai melirik keberhasilan SFC. Justru, dengan keberhasilan ini banyak yang ingin bergabung dengan skuad besutan pelatih Rahmad Darmawan ini.
“Banyak yang mendapat cerita bahwa menajemen dan pemain begitu akrab juga dengan masyarakat Sumsel. Bonus tidak ada, hanya hadiah yang dicapai dibagikan kepada pemain. Hanya mereka ingin istri dan anak mereka minta hadir saat semifinal nanti. Karena ini memerlukan semangat yang baru. Kalau berhasil dan dua piala ini digabung, saya rasa Palembang sudah pantas jadi kota sang juara,” tandasnya.
Kehadiran Pretty Asmara dan New Trio Macan yang membawakan beberapa buah lagu semakin memeriahkan suasana. Terutama aksi Pretty Asmara yang kocak, yang sempat mengajak Wali Kota Eddy Santana Putra bernyanyi dan membuat publik sepak bola yang hadir sangat terhibur. Tak kalah, aksi hot Trio Macan membuat semua penonton yang hadir sangat terhibur. Goyangan maut 3 cewek heboh tersebut semakin membakar suasana dan menutup pesta Copa Indonesia dengan penuh kemeriahan.

(Sumber : Sumeks)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: